Dibalik cerita bendera “Hitam”

Ada yang berbeda ketika Anda memasuki wilayah MA Izzatul Ma’arif  Tappina, hal ini tentu bukanlah hiasan bunga yang berbaris di sepanjang halaman ataupun Pondok bambu yang yang tertanam di Gerbang Madrasah melainkan Benedera Hitam dan bendera putih yang terpasang di depan Ruangan kelas.

potret kelas XII IPA (penerimah bendera hitam)

Bendera itu tentu bukanlah bendera Ormas ataupun bendera OSIS tapi  bendera “symbol Kelas terbersih dan kelas terjorok. Bendera Putih disimbolkan dengan kelas terbersih sedangkan bendera hitam disimbolkan dengan kelas terjorok .Ide ini berangkat dari program kerja OSIS MA Izzatul Ma’arif Tappina yang dilaksanakan di Puncak Donadei beberapa bulan yang lalu terkait masalah lombah kebersihan kelas.

Dalam lomba kali kelas terbersih jatuh pada kelas besutan Ika Yulisma (wali kelas)  yaitu kelas X IPA sedangkan kelas terjorok diberikan kepada kelas didikan Multazam (wali kelas) yaitu kelas  XII IPA. Adapun indicator penilaian terdiri atas beberapa item diantanya; kebersihan jendela, kebersihan teras, kebersihan lantai, hiasan kelas, kelengkapan kelas dan kebersihan langit-langit kelas. Sedangkan tim penilai berasal dari Guru MA Izzaul Ma’arif Tappina yang terdiri atas tiga orang yang masing –masing dirahasiakan namanya demi menjaga kecemburuan social antar wali kelas yang mendapat bendera hitam dan bendera putih.

Menurut salah satu tim penilai yang namanya sengaja kami rahasiakan mengatakan bahwa kegiatan ini bernilai sangat positif dan baik untuk kedepannya demi menjaga lingkungan kelas dan lingkungan sekolah. Hal senadah juga tuturkan oleh kepala Madarasah MA Izzatul Ma’arif Tappina Hasan, S.Pd.I, M.Pd “ini adalah kegiatan yang sangat positif dan belum pernah ada sebelumnya, saya berharap kedepannya kelas yang mendapat bendera putih agar sekiranya benderanya dapat dipertahankan jangan sampai direbut oleh kelas lain dan untuk kelas yang mendapat bendera hitam agar sekiranya berbenah bagaimana supaya bendera hitam tidak lagi terpampang didepan kelasnya, anggap saja bahwa ini adalah motivasi untuk bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya.”. Kegiatan ini terus berlanjut hingga  akhir semester, Penilaian dilakukan sekali dalam dua minggu.

 

Penulis “Alim ibn Arrumi”

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *