Pelantikan dan Raker PMI Unit MA Tappina

  foto bersama

Pada hari jumat 19 Oktober Pemilihan ketua PMI Unit MA Izzatul Ma’arif Tappina periode 2018-2019 telah selesai, anaggotablama dan anggota baru masing masing memberikan hak suara untuk kandidat yang bertarung. Para kandidat tersebut adalah Inda sebagai nomor Urut satu, Arni sebagai nomor urut 2, Musakkir dengan nomor urut 3 dan Andis dengan nomor urut 4. Dari 4 kandidat masing masing berjuang  dan mendapat ruang untuk menyampaikan  kekuatan politiknya di internal lembaga.

Pemilihan yang berlangsung kurang lebih 2 x 0 menit itu dilaksanakan di gedung MA Izztaul Ma’arif Tappina Lt.1. meski diwarnai dengan awan tebal  di langit dan disusul hujan yang deras, pelaksanaannya tetap lancar dan tentunya karena dihadiri oleh peserta sebanyak 31 orang dari jumlah anggota keseluruhan 36 orang. Dari hasil perhitungan maka terpilihlah Andis sebagai ketua PMI Unit MA Tappina periode 2018-2019.

Acara Pemilihan yang berlangsung pada hari jumat kemudian dilanjutkan dengan Pelantikan Pengurus PMI Unit periode 2018-2019 pada hari sabtu 20 Oktober 2018 yang ditandai dengan pengambilan sumpah jabatan bagi pengurus baru untuk siap memegang amanah yang telah dipercayakan kepadanya. Pengambilan sumpah jabatan dipimpin langsung oleh kepala Madrasah MA Izzatul Ma’arif Tappina HASAN, S.Pd.I, M.Pd.

the Volunter

setelah prosesi Pelantikan selasai kegiatan kembali dilanjutkan dengan Rapat Kerja yang dilaksanakan di Gusung Toraja (Pasir Putih). Derasnya hujan yang mengguyur Tanah Sappoang rupanya tidak menyurutkan semangat anak PMI untuk  melaksanakan Rapat Kerja di Pulau kecil tersebut. Menurut Andis selaku ketua terpilih PMI Unit mengatakan bahwa acara ini harus tetap dilaksanakan di gusung Toraja apapun rintanngannya, karena yang namanya relawan memang penih dengan resiko “tatta’mi tau lao lian pasir putih namotora apa rintanganna, tengan tomi tu disanga relawan iya oh”.

Dalam rapat kerja tahun ini Hasan, S.Pd.I, M.Pd selaku Kepala Madarsah dalam sambutannya mengatakan bahwa Program kerja yang baik adalah Program kerja yang realistis, realistis dalam artian bahwa Program kerja yang mampu dilaksanakan oleh pengurus selama satu periode kepengurusan. “janganmi terlalu banyak program kerjanya biar sedikit yang penting terlaksanai semua, dari pada bikinki program kerja yang bermacam-macam tapi pada akhirnya tidak ada yang terlaksana itu jauh lebih efektif” kata ayah dari Muhammad Mufli ini.

 

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *